Giliran Adjie Notonegoro Penuhi Panggilan Polda Jatim Terkait MeMiles | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Giliran Adjie Notonegoro Penuhi Panggilan Polda Jatim Terkait MeMiles

  • 22-01-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :843
Giliran Adjie Notonegoro Penuhi Panggilan Polda Jatim Terkait MeMiles Adjie Notonegoro memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim terkait kasus investasi bodong Memiles.(dok.viva)

Klikapa.com -Giliran perancang busana ternama Adjie Notonegoro memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk dimintai keterangan terkait kasus investasi ilegal MeMiles, Rabu,(22/1/2020).

Datang dengan mengenakan kemeja hitam bertulisan huruf V besar di bagian dada, Adjie tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim di Surabaya sekira pukul 09.00 WIB. Ia datang dengan didampingi pengacaranya dari Java Lawyers International. Setelah mengisi daftar kehadiran, ia kemudian masuk ke ruangan penyidik.

Adjie mengaku bergabung dengan MeMiles atas ajakan temannya. Ia tidak mengatahui secara rinci sistem bisnis itu. Karena itu, ia belum pernah melakukan top up dan belum mendapatkan reward atau hadiah dari MeMiles. 

"Baru dua bulan [bergabung MeMiles]," ujarnya kepada wartawan.

Menurut pengacaranya, Robert Simangunsong, sesuai surat panggilan dari penyidik, kliennya datang untuk dimintai keterangan dalam kasus MeMiles. Ia mengatakan dalam kasus itu Adjie merupakan korban juga. 

"[makanya datang] karena belum dimintai keterangan," katanya.

Selain Adjie Notonegoro, dijadwalkan pula untuk diperiksa pada Rabu ini tiga anggota keluarga Cendana, yaitu AHS, FFC, dan IAR. Mereka sudah mengonfirmasi akan memenuhi panggilan penyidik. Namun, hingga berita ini selesai ditulis sekira pukul 09.45 WIB, AHS dkk belum terlihat datang di Markas Polda Jatim di Surabaya.

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap AHS yang [mengkonfirmasi] akan datang pukul sepuluh," kata Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan.

Praktik investasi ilegal berkedok jasa pemasangan iklan bernama MeMiles, dibongkar Polda Jatim. Bisnis yang dijalankan PT Kam and Kam selama delapan bulan itu sudah berhasil merekrut anggota sebanyak 264 ribu orang. Uang yang sudah dihimpun dari anggota sebanyak lebih dari Rp761 miliar hanya dari satu rekening.

Kasus itu diduga juga menyeret sejumlah artis terkenal. Polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni dua bos PT Kam and Kam, KTM dan FS, motivator sekaligus perekrut


BERITA TERKAIT