Tiga Remaja Pemerkosa dari Karangploso Bisa Dihukum Penjara 12 tahun | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tiga Remaja Pemerkosa dari Karangploso Bisa Dihukum Penjara 12 tahun

  • 10-01-2020 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5322
Tiga Remaja Pemerkosa dari Karangploso Bisa Dihukum Penjara 12 tahun Tiga remaja pelaku pemerkosaan bisa dihukum 12 tahun penjara (ist)

Klikapa.com -Kasus pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun warga Padanlandung, Wagir, Kabupaten Malang, terus didalami petugas. Tiga remaja pelakunya selain masih diperiksa intensif, petugas juga mengumpulkan saksi dan barang bukti.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, terus menggali keterangan dari tiga tersangka pemerkosaan Bunga (nama samaran), 16 tahun.

Ketiga tersangka itu, GG, 18, warga Donowarih; MD alias Sincan, 17 , asal Girimoyo, dan Agus Fadli Tigor, 19 , warga Tawangargo Karangploso, Kabupaten Malang. 

BACA JUGA: Berkenalan di Facebook. Remaja Wagir Digilir Tiga Pemuda Karangploso

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana para tersangka, terancam pidana penjara belasan tahun. Karenanya keterangan mereka saat penyidikan akan menentukan statusnya secara hukum. 

“Jika terbukti bersalah dalam proses pengadilan, maka mereka terancam pidana penjara dengan hukuman maksimal sampai 15 tahun,” kata Yulistiana, Jumat (10/1).

Menurut Yulistiana, penyidik saat ini sudah memeriksa enam saksi. Yaitu, tiga tersangka, saksi korban, serta dua orang tua Bunga. Jika menilik kronologi dan kesaksian korban, maka tindakan para tersangka, sudah termasuk dalam kejahatan seksual terhadap anak usia di bawah umur.

Para penyidik sendiri memakai pendekatan emosional dan humanis, untuk menggali keterangan dari Bunga yang cukup traumatis dengan kejadian tersebut. Setelah didampingi orangtua dan pendekatan emosional dari para penyidik, Bunga akhirnya bersedia bersaksi tentang kejadian memilukan tersebut.

“Korban merasakan trauma dan sempat takut bercerita kepada orangtuanya,” tandas Yulistiana. 

Pemerkosaan itu terjadi berawal dari perkenalan korban dengan salah satu pelaku di media sosial Facebook. Setelah kopi darat, korban diajak jalan-jalan, sebelum dibawa ke rumah tersangka Tigor untuk dicekoki miras dan diperkosa.(fin/feb)


BERITA TERKAIT