Sempat Menghilang, Guru Cabul di SPMN 4 Kepanjen Ditangkap | Berita Terbaru Hari ini

Close

Sempat Menghilang, Guru Cabul di SPMN 4 Kepanjen Ditangkap

  • 2019-12-06 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1536
Sempat Menghilang, Guru Cabul di SPMN 4 Kepanjen Ditangkap Oknum guru cabul saat digelandang petugas Polres Malang.(ist)

Klikapa.com -Guru Honorer SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap 18 orang siswanya ditangkap Satreskrim Polres Malang, Jumat (6/12) sore.


Petugas menyergap CH, 38, warga Kepanjen, dan segera menggelandangnya ke Polres Malang untuk diperiksa.


Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengkonfifmasi penangkapan CH.

BACA JUGA: Guru BK Pelaku Pelecehan Seks Siswa di Kepanjen sudah Dipecat


“Alhamdulilah, terlapor tertangkap pukul 16.30, Jumat, di sebuah SPBU di kawasan Kecamatan Turen,” kata Andaru kepada wartawan di ruang Satreskrim Polres Malang.


Andaru menyebut Polres Malang mengerahkan tiga tim pemburu untuk melacak keberadaan CH. Sebab, setelah kasusnya terpublis, CH kalangan menghilang. Keluarga juga tidak mengetahui keberadaannya.

BACA JUGA: Guru Onani Siswa, Komite Sekolah Minta Diproses Hukum


“Ketika kami mejemput terlapor di rumahnya, ternyata dia tak ada. Bahkan, menurut pengakuan pihak keluarga, mereka tak tahu menahu soal di mana atau ke mana terlapor ini pergi,” tandas mantan Kasatreskrim Polsek Gresik ini. 


Sampai berita ini diturunkan, CH masih diamankan di ruang penyidik Satreskrim Polres Malang. Kasusnya, dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 


“Saat ini masih dalam pemeriksaan intensif, informasi lanjutan akan disampaikan paska perkembangan penyelidikan,” tuturnya.

BACA JUGA :Dengan Alasan Penelitian, 18 Siswa Dionani Guru BK


Sebelumnya CH dilaporkan telah  telah melakukan perbuatan tak senonoh kepada para siswanya. Berdalih penelitian S3, satu persatu siswanya dionani dalam ruang kerjanya. CH adalah guru BP.


Para siswanya  yang sekarang duduk di bangku X itu umumnya tidak bisa menolak karena telah disumpah dengan Alquran. Sejak kasus ini muncul, CH sudah diberhentikan sebagai guru di sekolah itu.(fin/lim)


BERITA TERKAIT