Sopir Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar Kos | Berita Terbaru Hari ini

Close

Sopir Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar Kos

  • 2019-11-19 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :843
Sopir Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar Kos Petugas ketika melakukan olah TKP dan evakuasi penemuan mayat dalam kamar kos.

Klikapa.com -Seorang sopir  Didik Kuswantoro, yang tinggal indekos di Jalan Mondoroko Selatan Desa Banjararum Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ditemukan tewas di dalam kamarnya, Senin (18/11) malam. 


Pria berusia 55 tahun ini tercatat  warga Dusun Sidomulyo Desa/Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Ia ditemukan tewas di dalam kamar kos. 


Saat ditemukan, kondisinya tengkurap di lantai tanpa mengenakan pakaian. Dugaannya, korban tewas karena sakit. Polisi segera menangani kasus ini.


"Hasil olah TKP tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia karena serangan jantung. Dari keterangan saksi serta keluarga, korban memiliki riwayat sakit hypertensi, jantung serta sesak nafas," jelas Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Selasa (19/11).


Keterangan di TKP, sebelumnya salah seorang kerabatnya Solikin sempat datang dan mengetuk kamar kos korban pada Minggu (17/11) pagi sekitar pukul 07.30. Lantaran saat itu korban tak kunjung membukakan pintu, Solikin pulang.


Sehari kemudian, tepatnya Senin (18/11) sepulang kerja, Solikin kembali mendangi tempat indekos korban. Tapi lagi-lagi ketukan di kamas kosr korban tidak ada respon. Pintu tetap tertutup rapat.


Solikin pun pulang. Ia baru kembali datang pada Senin malam, saksi yang pulang kerja, akhirnya curiga dengan korban. Karena sama sekali tidak diketahui keluar. Padahal setiap malam selalu nonton TV di depan kamar.


Saksi pun segera memberitahu Hamidi Dzakir, saksi lainnya. Keduanya lantas mendobrak pintu kamar. Benar saja, ketika pintu kamar kos itu terbuka, mereka menemukan korban sudah tidak bernyawa.


Kejadian itu segera dilaporkan ke warga sekitar dan perangkat desa. Kemudian diteruskan ke Polsek Singosari. Petugas pun datang dan segera menyelidiki kasus ini serta evakuasi tubuh korban ke rumah sakit.


"Jenazah hanya kami mintakan visum luar dari petugas Puskesmas. Karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis," terang mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.(agp/lim)


BERITA TERKAIT