BKSDA: Hewan Buas Yang Serang Petani Kopi, Harimau Sumatra | Berita Terbaru Hari ini

Close

BKSDA: Hewan Buas Yang Serang Petani Kopi, Harimau Sumatra

  • 2019-11-17
  • Editor :junaedi
  • dibaca :549
BKSDA: Hewan Buas Yang Serang Petani Kopi, Harimau Sumatra ilustrasi Harimau Sumatra.(ist)

Klikapa.com -Binatang buas yang menerkam petani kopi hingga tewas di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, ternyata bukan seekor macan dahan atau macan tutul. Sesuai keterangan yang didapat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), korban diterkam Harimau Sumatra.

Menurut Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, kepastian tersebut didapat dari keterangan saksi-saksi yang melihat langsung korban, Kuswanto, 57 yang diserang oleh harimau di kebun kopinya pada Minggu pukul 09.00 WIB.

"Untuk kepastiannya kami akan memasang camera trap di jalur-jalur yang diduga merupakan perlintasan harimau," ujar Genman seperti dilansir antara, Minggu (17/11/2019).

BACA JUGA : Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul

Keterangan saksi bernama Dedi, 32, yang merupakan keluarga korban dan menemani korban di kebun, sekitar pukul 09.00 WIB,  saat keduanya menebang pohon tiba-tiba muncul seekor harimau dengan ciri-ciri berwarna putih dominan serta bercorak kuning hitam di sebagian tubuhnya.

Jarak harimau dengan korban dan saksi hanya empat meter.

Kuswanto dan Dedi berusaha menyelamatkan diri dengan berputar ke arah lain agar pandangan harimau teralihkan, namun tak lama kemudian harimau menghadap ke arah keduanya.

Keduanya berupaya menghalangi gerakan harimau menggunakan kayu, tapi nahas saat keduanya bergerak turun justru harimau menerkam Kuswanto dan langsung menggigit lehernya.

Dedi memilih berlari mencari pertolongan warga, kemudian warga datang dan berhasil mengusir harimau lalu mengevakuasi Kuswanto yang sudah meninggal dunia.

"Kami coba menenangkan masyarakat dan mengimbau untuk tidak berkebun sementara waktu, kami juga meminta agar warga segera melapor jika bertemu harimau ataupun jejaknya," jelas Genman.

Menurut dia lokasi kejadian jaraknya sekitar 600 meter dari kawasan hutan lindung, sedangkan jarak ke pemukiman warga sekitar tujuh kilometer.

"Dimungkinkan posisi kebun berada di dalam kawasan hutan lindung," demikian Genman.
 


BERITA TERKAIT