Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul | Berita Terbaru Hari ini

Close

Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul

  • 2019-11-17
  • Editor :junaedi
  • dibaca :354
Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul ilustrasi(ist)

Klikapa.com -Seorang petani kopi ditemukan tewas di kebunnya diduga diserang Macan Tutul di Kabupaten Lahat, Sumatera. Petani bernama Kuswanto, 58, itu ditemukan jasadnya peluh luka di kebun miliknya Minggu (17/11) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kepala Desa Pulau Panas Sumadi berujar, sebelum kejadian Kuswanto tengah memetik kopi di kebunnya bersama seorang warga lain bernama Yansah. Namun, tiba-tiba korban menjerit, dua warga lain termasuk Yansah langsung menoleh ke arah korban yang menjerit dan melihat Kuswanto sudah terkapar di tanah dengan seekor macan menerkamnya.

"Kemungkinan korban itu langsung diterkam karena warga yang lain melihat dia langsung menjerit," ujar Sumadi seperti dikutip cnnindonesia.com.

Melihat kejadian tersebut, Yansah pun segera mencari batang kayu untuk menakuti dan mengusir macan itu. Binatang buas itu segera melarikan diri setelah Yansah dan satu warga lainnya mengusirnya menggunakan batang kayu.

Namun korban sudah mengalami luka parah dengan luka cakar serta gigitan di bagian lehernya. Warga segera membawa korban ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tak tertolong.

Menurut Sumadi peristiwa ini cukup mengejutkan warga. Pasalnya, selama ini di kawasan Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi muaris tidak pernah ditemui binatang buas.

Lokasi kebun milik Kuswanto pun terbilang cukup jauh dari hutan lindung habitatnya sehingga warga aneh macan tutul bisa turun hingga ke pemukiman.

"Terakhir ada yang diserang itu sekitar 50 tahun lalu, itu pun cerita penduduk sepuh di sini. Waktu itu ada warga diterkam harimau saat mandi di sungai," ujar dia.

Sementara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, kawasan tersebut memang dekat dengan habitat macan tutul atau macan dahan. Satwa dengan nama latin panthera pardus ini, kata Genman, berstatus hewan dilindungi yang terancam punah.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, peristiwa tersebut terjadi di dalam kebun yang berada di luar kawasan hutan lindung.


BERITA TERKAIT