Saatnya Detok Medsos demi Cegah Efek Negatif bagi Kesehatan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Saatnya Detok Medsos demi Cegah Efek Negatif bagi Kesehatan

  • 08-11-2019
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1416
Saatnya Detok Medsos demi Cegah Efek Negatif bagi Kesehatan ilustrasi.(ist)

menghapus akun atau aplikasi dari gawai, tapi lakukan detoks secara perlahan dengan membatasi waktu beraktivitas di media sosial. Jika biasanya Anda menghabiskan 5 jam atau lebih untuk melihat berbagai konten media sosial, kurangi jadi hanya 1-2 jam saja,” kata Arina.

Bila berhasil, kurangi lagi menjadi 30 menit. Lama-lama Anda akan terbiasa tidak membuka akun media sosial.

Sebagai gantinya, sibukkan diri dengan bertemu dengan teman, membaca buku, menonton film di bioskop, mencoba restoran atau tempat olahraga baru, dan lain-lain.

Merasakan nyeri pada bagian tangan, leher, kepala, dan punggung 
Apabila Anda mulai merasakan nyeri dan pegal di area tangan, leher, kepala, dan punggung, pertimbangkan untuk melakukan detoks media sosial. Penggunaan gawai secara berlebihan bisa menyebabkan nyeri di area-area tersebut.

“Kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan pada tendon jari, seringnya jempol, akibat scrolling menggunakan jari secara terus-menerus. Bila sudah demikian, Anda akan merasakan nyeri saat menekuk jari,” kata dr. Arina lagi. 

Muncul keluhan lainnya pada area mata  
Selain mengalami area tangan, leher, dan punggung, rasa nyeri juga bisa dirasakan pada area mata. Berlama-lama di media sosial secara tidak langsung berdampak pada kondisi kesehatan mata, yang membuatnya jadi lelah dan kering.

Tak hanya itu, orang-orang yang menatap layar gawai terlalu lama juga bisa mengalami mata minus atau kenaikan mata minus.

Aktivitas terganggu karena media sosial 
Notifikasi media sosial yang tak hentinya berbunyi atau bergetar bisa mengaburkan konsentrasi, apalagi jika sedang melakukan pekerjaan penting atau sedang presentasi. Selain itu, pekerjaan juga bisa tidak selesai-selesai karena teralihkan dengan notifikasi tersebut, apalagi sedang terlibat obrolan penting.

Kualitas hangout dengan teman-teman pun juga bisa terganggu karena Anda terus-terusan memandangi dan asyik sendiri dengan gawai. Kalau begini terus, bukan tak mungkin mereka bisa perlahan menjauhi Anda.

Kalau itu terjadi, pertimbangkan untuk segera detoks media sosial agar tidak mengganggu kualitas dan produktivitas kerja.

“Mulailah untuk mengurangi bermain media sosial, terutama ketika sedang bekerja atau berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Selain bisa dikatakan sebagai orang yang antisosial, produktivitas juga jadi terganggu dan membuat pekerjaan Anda tak kunjung selesai, ” jelas dr. Arina.

Sebetulnya tidak ada patokan waktu yang tepat untuk melakukan detoks media sosial. Namun bila mengalami tanda-tanda di atas dan membuat Anda tak nyaman, Anda perlu mempertimbangkan untuk melakukan detoks digital tersebut demi kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.
 


BERITA TERKAIT