Polisi Tangkap Enam Perencana Bom Ketapi Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi Tangkap Enam Perencana Bom Ketapi Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

  • 2019-10-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :286
Polisi Tangkap Enam Perencana Bom Ketapi Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.(ist)

Klikapa.com -Polisi ungkap telah menangkap enam orang tersangka dugaan perencanaan peledakan bom dengan ketapel saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di gedung MPR/DPR, Minggu (20/10).

Enam tersangka itu berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Mereka merencanakan pelemparan bom itu ke Gedung DPR yang menjadi lokasi pelantikan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, kelompok mereka ini masih berkaitan dengan dosen IPB yakni Abdul Basith (AB) yang juga merencanakan aksi peledakan saat aksi Mujahid 212 dan demonstrasi mahasiswa pada minggu akhir September lalu.

"Tersangka SH sering komunikasi dengan tersangka AB [Abdul Basith], ada kaitannya untuk merencanakan aksi menggagalkan pelantikan dengan mendompleng unjuk rasa," kata Argo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/10).

Keenam tersangka itu diketahui tergabung dalam sebuah grup WhastApp berinisial 'F' yang dibentuk oleh tersangka SH. Anggota grup WhatsApp itu diketahui berjumlah 123 orang.

Tujuan dari grup WhatsApp itu, kata Argo untuk merencanakan aksi peledakan guna menggagalkan acara pelantikan Presiden dan Wapres terpilih.

Argo mengatakan, keenam tersangka itu memiliki peran yang berbeda dalam perencanaan aksinya.

Tersangka SH yang berprofesi sebagai mantan pengacara bertugas mencari dana untuk membuat bom ketapel. Ia juga bertugas untuk menyediakan ketapel jenis kayu dan besi serta membuat grup WhatsApp yang digunakan untuk melakukan koordinasi perencanaan aksi.

Kemudian, tersangka E yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, memiliki peran untuk membiayai pembelian ketapel, menyediakan tempat pembuatan ketapel, hingga menyediakan bahan peluru ketapel.

"Yang bersangkutan (tersangka E) saat ditangkap sedang membuat peluru ketapel bersama tersangka SH," ujar Argo.

Lalu, tersangka FAB yang berprofesi sebagai wiraswasta berperan membuat peluru ketapel, menyediakan tempat untuk pembuatan peluru ketapel, hingga mendanai pembuatan bahan peledak itu.

"Yang bersangkutan pernah memberikan dana (untuk pembuatan peluru ketapel) senilai Rp 1,6 juta kepada tersangka SH," tutur Argo.

Tersangka keempat


BERITA TERKAIT