Milo Suntik Semangat, Hilangkan Permainan Individu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Milo Suntik Semangat, Hilangkan Permainan Individu

Milo Suntik Semangat, Hilangkan Permainan Individu Arema FC melupakan kekalahan telah pekan lalu oleh PSM Makassar dan bersiap hadapi Persipura Jayapura.(stenly)

Klikapa.com -Penggawa Arema FC sudah siapkan diri untuk melawan Persipura Jayapura. Hendro Siswanto dkk pun mulai menjalani latihan perdananya di Samarinda, tempat tim Singo Edan menginap, Jumat (18/10). 

Mereka mulai membangkitkan mental dan menyiapkan tim yang lebih kuat, untuk bangkit usai dikalahkan PSM Makassar dengan skor 2-6, Rabu (16/10) lalu.

Tim Arema berlatih di Stadion Madya Sempaja, Jumat (18/10) pagi. Meskipun masih berkekuatan 16 pemain karena Dendi Santoso dan Hanif Sjahbandi baru sampai siang hari. 

Pelatih Milomir Seslija mengawalinya dengan memberikan semangat pada pemainnya. Laga melawan PSM dijadikan pelajaran demi mendapatkan tim yang lebih kuat untuk melawan Persipura Jayapura.

"Kami harus membuat tim yang lebih bagus untuk melawan Persipura," ujar Milomir Seslija. 

Menurutnya, Arema harus tampil lebih baik, sebagai sebuah tim. Ya sebagai sebuah tim, sebab berdasarkan evaluasinya, saat melawan PSM banyak pemain yang terlalu individualis. Mereka berusaha menunjukkan kemampuannya, terutama setelah tertinggal 4-1.

Secara kualitas, dia mengakui pemainnya bagus. Namun, bila mereka bekerja sendiri untuk membantu tim, laga melawan PSM bisa menjadi acuan.

"Semua lini nyaris berbuat salah. Organisasi permainan kami tidak seperti biasanya. Serangan kami juga tidak efisien dan mereka bisa membuat empat gol yang kami anggap sayang (tidak penting)," jelasnya.

Namun, dia sudah menekankan bila timmya sudah bertekad melupakan hasil tersebut. Kini fokus pemain adalah pertandingan melawan Persipura dan Arema wajib meninggalkan gaya permainan individualis yang menjadi boomerang bagi mereka sendiri.

"Kami harus lebih kuat dan lebih kompak di tengah. Pemain harus menyerang bersama-sama dan bertahan juga bersama-sama," terang pria asal Bosnia itu.

Ia menekankan, melawan Persipura timnya mendapatkan kekuatan tambahan, terutama di lini tengah. Kembalinya Hanif Sjahbandi dan Dendi Santoso, membuat dia bisa mengutak-atik strategi.

Hanif bisa bermain di tengah, bisa pula sebagai stopper. Beberapa kali turun sebagai bek tengah, pemain berusia 22 tahun itu tidak pernah


BERITA TERKAIT