Tak Cocok dengan Bos Sopir Bobol Brankas Perusahaan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tak Cocok dengan Bos Sopir Bobol Brankas Perusahaan

  • 2019-10-14
  • Editor :junaedi
  • dibaca :334
Tak Cocok dengan Bos Sopir Bobol Brankas Perusahaan Tersangka pembobol brankas perusahaan dan barang bukti yang diamankan polisi.(dok.detikcom)

Klikapa.com -Karena alasan tak cocok dengan bos, seorang sopir nekat membobol brankas kantor senilai Rp 78 Juta. Setelah dikejar polisi selama 26 hari ia kini harus merasakan dinginnya sel polisi.

Tersangka ini namanya Irvan Zakaria, 38. Pria asal Kalibokor ditangkap polisi setelah perusahaannya melapor jika brankasnya dibongkar pencuri. 

Penangkapan Irvan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan. Kini tersangka masih dalam pemeriksaan.

"Jadi kasus 363 pencurian dengan pemberatan terjadi pada tanggal 16 September. Kita mendapatkan laporan ada pembobolan di PT Aero Sarana," kata Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

"Setelah itu kita perintahkan tim antibandit. Di sana kami melakukan olah TKP untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan kita menangkap yang bersangkutan.

Menurut Rendy, untuk menangkap pelaku, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 26 hari dan dibantu dari Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo. Sebab, selama penangkapan, pelaku diketahui sering berpindah-pindah tempat.

"Tim antibandit kami harus bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya, kita juga kerjasama dengan Polresta Sidoarjo. Kami mencari pelaku ini selama 26 hari karena cukup licin. Karena dia berpindah-pindah," terang mantan Kapolsek Wonokromo itu.

Selain dikenal licin, lanjut Rendy, pelaku juga tidak menggunakan uang hasil kejahatannya untuk belanja secara langsung. Namun sedikit demi sedikit. Karena itu, polisi sempat mengalami kesulitan untuk mengendus transaksi yang dilakukan.

"Untuk mengambil uang itu dia tidak secara langsung. Jadi sedikit-sedikit untuk dibelikan barang dan keperluan hidupnya. Tapi pada akhirnya kita bisa menangkap," terangnya.

Menurut Rendy, brankas yang dicuri pelaku total isinya sebesar Rp 78 juta. Dari uang itu, pelaku mengaku membelanjakan berbagai perabotan rumah tangga, hiburan dan sisanya untuk judi online.

"Isi brankas sekitar Rp 78 juta dan semua diambil oleh tersangka. Alasannya, tersangka kejahatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup," papar Rendy.

Sedangkan untuk motif yang melatarbelakangi pelaku membobol brangkas karena kebutuhan hidup dan merasa tidak cocok


BERITA TERKAIT