Anak dan Bapak Menipu dan Menyaru sebagai Guru dan Satpam | Berita Terbaru Hari ini

Close

Anak dan Bapak Menipu dan Menyaru sebagai Guru dan Satpam

  • 2019-10-11 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1037
Anak dan Bapak Menipu dan Menyaru sebagai Guru dan Satpam Bapak dan anak ini kompak menipu dengan menyaru sebagai guru dan satpam sekolah.(ist)

Klikapa.com -Seorang anak dan bapak kompak menjadi penipu. Mereka pun diatangkan Reskrim Polres Malang. Mereka adalah Oktafianto Rekso Saputro, 21, dan sang ayah, Satupang Dwi Saputro, 45.

Warga Dusun Balisuko Desa Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini menipu dengan modus mengaku sebagai guru SMKN 1 Turen. Sang ayah mengaku menjadi Satpam sekolah. 

Korbannya, Ayu Vita, 29, ibu rumah tangga warga Jalan Raya Kedok, Desa Kedok Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Akibatnya, korban kehilangan dua unit HP, yaitu Vivo V17 Pro dan S1. 

Informasinya, peristiwa penipuan terjadi pada 8 Oktober 2019. Saat itu korban menjual dua handphone melalui online. Pelaku yang tertarik bertransaksi dengan korban. 

Pelaku Oktafianto mengaku sebagai guru bernama Bayu dan mengajar di SMKN 1 Turen. Pelaku kemudian menransfer uang Rp 200 ribu sebagai tanda jadi. 

Setelah itu, lewat sambungan telepon, pelaku meminta korban Vita untuk menyerahkan handphonenya kepada seorang satpam di depan SMKN 1 Turen. 

Satpam ini ternyata bapak pelaku. Setelah menyerahkan handphone, korban menelepon pelaku. Oleh pelaku, korban Vita diminta menunggu di dalam sekolah.

Dia menunggu selama 10 menit sesuai permintaan pelaku, karena pelaku mengaku masih ada urusan di kantor. Namun, lama menunggu, pria bernama Bayu tak kunjung keluar. 

Korban kemudian berinisiatif mencari pelaku ke kantor guru. Tapi, betapa kagetnya korban, saat mengetahui bahwa tidak ada guru bernama Bayu di SMKN 1 Turen.

Satpam yang awalnya ada di depan SMKN 1 Turen juga sudah tidak ada. Korban langsung sadar bahwa telah menjadi korban penipuan. Ia pun segera melapor ke polisi. 

Polisi yang menyelidiki kasus ini berhasil melacak keberadaan pelaku. Mereka tinggal di kontrakan Jalan Tendean Gang 2 Kecamatan Turen. 

Penggerebekan dilakukan pada 9 Oktober 2019, pukul 14.20. Kedua pelaku sedang berada di dalam rumah ketika diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Turen.

“Dua pelaku dikenai pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujar Kasubbag


BERITA TERKAIT