Diknas DKI Akan Cabut Hak KJP Pelajar Yang Ikut Demo dan Berujung Kriminal | Berita Terbaru Hari ini

Close

Diknas DKI Akan Cabut Hak KJP Pelajar Yang Ikut Demo dan Berujung Kriminal

  • 2019-10-01
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1013
Diknas DKI Akan Cabut Hak KJP Pelajar Yang Ikut Demo dan Berujung Kriminal Pelajar di DKI yang ikut demo ke Gedung DPR RI beberapa waktu lalu.(ist)

Klikapa.com -Dinas Pendidikan DKI menyatakan pelajar yang ikut demo dan berujung tidak kriminal, akan dicabut pemilikan Kartu Jakarta Pinta (KJP)nya. Namun jika hanya sekedar ikut-ikutan, pelajar yang bersangkutan hanya ajan dinasehati.

"Kalau dia kriminal bisa pemberhentian KJP, tapi kalau sifatnya ikut-ikutan, kena sanksi dari kepolisian, kita nasihati, dan KJP-nya tetap jalan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Ratiyono, kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (1/10).

Ia mengatakan KJP adalah program Pemprov DKI untuk membiayai pelajar yang kurang mampu dalam mengenyam pendidikan hingga tamat SMA/SMK. Biayanya diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Ratiyono memastikan Disdik DKI tidak akan memberhentikan KJP begitu saja. Ia menyebut pihaknya masih akan mempertimbangkan sisi ekonomi keluarga pelajar tersebut.

Menurutnya, hal yang paling penting adalah berlangsungnya proses belajar mengajar agar masa depan menjadi lebih baik.

"Kalau dihentikan udah miskin ya ikut-ikutan rusak masa depannya, tapi tetap diingatkan kamu udah miskin jangan ikut-ikutan," ujar dia.

Ratiyono juga menambahkan Pemprov selalu memeriksa data para pelajar yang turut tertangkap saat aksi demo. Menurutnya Pemprov selalu berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya agar lebih mudah melakukan tindak lanjut terhadap pelajar tersebut.

"Setelah setiap kejadian ketika ada informasi, ada yang di Polda, pasti kami utus pejabat kami yang merapat ke Dirkrimum minta data, nanti kita kroscek dari SMA atau SMK mana," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan telah memerintahkan seluruh SMA/SMK di Jakarta menerapkan absensi pagi dan siang, mulai Senin (30/9). Penerapan absensi dilakukan demi mengantisipasi pelajar yang ingin melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR RI.

"Mulai hari ini semua sekolah di Jakarta menerapkan absensi pagi siang. Jadi kita ingin memastikan bahwa setiap anak menjalankan kegiatan belajar mengajar hingga tuntas di sekolahnya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Anies menyebut seluruh kepala sekolah bertanggung jawab untuk memastikan


BERITA TERKAIT