Jantung Membesar, Sama Bahayanya dengan Koroner dan Gagal Jantung | Berita Terbaru Hari ini

Close

Jantung Membesar, Sama Bahayanya dengan Koroner dan Gagal Jantung

  • 2019-09-30
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1609
Jantung Membesar, Sama Bahayanya dengan Koroner dan Gagal Jantung pembengkakan jantung yang perlu diwaspadai.(dok.Shutterstock)

Klikapa.com -Penyakit jantung koroner dan gagal jantung, terus menjadi momok yang cukup ditakuti oleh banyak orang. Di luar itu, sebenarnya ada satu lagi masalah kesehatan jantung yang perlu ketahui dan waspadai, yakni pembesaran jantung.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari klikdokter, pembesaran jantung adalah suatu kelainan struktur anatomis jantung.  Di mana jantung memiliki ukuran yang lebih besar daripada umumnya. 

Bahasa medis untuk pembesaran jantung adalah kardiomegali. Pembesaran jantung itu sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu kardiomegali yang terjadi karena otot-otot jantung membesar atau menebal (kardiomegali hipertrofi) dan kardiomegali yang terjadi akibat ruang jantung yang melebar (kardiomegali dilatasi). 

Kedua kondisi tersebut merupakan proses adaptasi jantung untuk menghadapi perubahan kondisi, atau akibat adanya peningkatan beban kerja pada jantung.

Menurut Dyan Mega, pembesaran jantung bisa terjadi akibat hal-hal berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit katup jantung
  • Penyakit paru kronis
  • Usia
  • Kardiomiopati
  • Penyakit Tiroid

Pada sebagian orang, pembesaran jantung tidak menimbulkan gejala yang khas. Hal inilah yang membuat penyakit tersebut sangat berbahaya. Pasalnya, kata Dyan Mega, jika pembesaran jantung didiamkan tanpa pengobatan, yang akan terjadi kemudian adalah gagal jantung. 

“Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara maksimal. Gejalanya berupa sesak napas, kaki bengkak, mudah lelah saat beraktivitas, denyut nadi tidak teratur dan berdebar-debar,” kata Dyan Mega.

Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya pembesaran jantung meliputi rontgen, echocardiography (USG jantung), dan treadmill. Kombinasi dari pemeriksaan tersebut ditujukan untuk memperkuat dugaan dan mencari penyebab utama dari kondisi terkait.

"Dari rontgen dada, dokter dapat melihat ukuran jantung, pembuluh darah atau vaskularisasi, serta kondisi paru-paru. Echoradiography, selain melihat struktur atau anatomi jantung, juga dapat melihat kemampuan otot jantung dalam memompa darah," terangnya.

Dengan treadmill , lanjut dr. Dyan Mega, digunakan untuk menilai fungsi pembuluh darah koroner. Pemeriksaan ini juga dapat menilai ada/tidaknya sumbatan pada


BERITA TERKAIT