Tagih Utang sambil Bawa Clurit yang Diacungkan, Bapak Ini Harus Rasakan Dinginnya Sel Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tagih Utang sambil Bawa Clurit yang Diacungkan, Bapak Ini Harus Rasakan Dinginnya Sel Polisi

  • 2019-09-28 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :509
Tagih Utang sambil Bawa Clurit  yang Diacungkan, Bapak Ini Harus Rasakan Dinginnya Sel Polisi Tersangka Asmadi yang harus merasakan dinginnya sel polisi gegara mengancam dengan celurit.(fino)

Klikapa -Niatnya menagih utang, tapi karena sampai mengancam dengan membawa parangn akhirya bapak ini harus merasakan dinginnya sel polisi. Dia adalah Asmadi, 58.


Warga Desa Sukorame Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar ini ditahan di sel Polsek Wonosari Kabupaten Malang. 

Menurut Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, tidak ada yang salah ketika ia datang ke Jalan Raya Dusun Sumberingin Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang untuk menagih utang.

Tapi, karena cara yang digunakan dengan mengacung-acungkan sebilah celurit, menjadikan yang ditagih ketakutan. Korbannya melaporkan kejadiannya ke Polsek Wonosari. 

Polisi yang menerima laporan itu segera mengamankan tersangka. 

Petugas selain menggiring tersangka ke Polsek, juga sudah menyita senjata tajam jenis sabit. Sajam kami amankan sebagai barang bukti.

”Saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” kata Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Jumat (27/9 siang.

Informasinya kasus ini terjadi pada Kamis (26/9) malam lalu.  Saat anggota polisi sedang patroli di kawasan Wonosari. Petugas melintasi Jalan Raya Dusun Sumberingin Desa Sumberdem Wonosari. 

Saat itulah polisi menerima informasi adanya seorang pria yang kalap sambil bawa-bawa celurit. Dengan cepat, petugas ke lokasi. Saat itu petugas mendapati Asmadi sedang adu mulut sembari membawa celurit. 

Dia cek-cok dengan salah satu warga di sekitar area tersebut. Asmadi ketika itu sambil marah-marah dan mengancam korban.

Dia akan membacok warga warga dengan celurit yang ada di tangannya. 

”Hasil pendalaman penyidik, motifnya adalah perkara utang piutang,” tandas dia.

Namun polisi masih terus mendalami keterangan dari tersangka dan korban maupun saksi-saksi.  Akibat perbuatannya tersangka, dijerat  dengan Undang-undang Darurat tahun 1951.(fin/lim)
 


BERITA TERKAIT