Tunggu Komando Ajakan Demo, 89 Pelajar Dirazia. Ini Isi Tasnya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tunggu Komando Ajakan Demo, 89 Pelajar Dirazia. Ini Isi Tasnya

  • 2019-09-26 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :928
Tunggu Komando Ajakan Demo, 89 Pelajar Dirazia. Ini Isi Tasnya Petugas Kepolisian saat merazia pelajar yang akan berdemo.(firman)

Klikapa.com -Polres Malang Kota (Makota) gagalkan puluhan pelajar akan berdemo ke DPRD dan Balai Kota Malang, Kamis (26/9). Saat dirazia, polisi menemukan sejumlah barang seperti Pisau, gir bahkan pil dobel L.

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, razia yang dilakukan polisi mengamankan 89 siswa yang disinyalir akan ikut demo.

“Polres Makota dapat informasi, sejak siang tadi, terkait ada beberapa rombongan adik-adik, tergabung dalam grup WA bernama Pelajar Bersatu, mengajak siswa tingkat menengah atas, mengikuti demo. Instruksi selanjutnya, menunggu grup itu,” kata Dony kepada wartawan, di Polres Makota, Kamis (26/9) sore.


Ajakan demo itu disebar luas melalui pesan broadcast WhatsApp maupun Facebook. Sebagaian di antaranya datang dari wilayah Kabupaten Malang.


Polisi merazia mereka di sekitaran Balai Kota. Saat dirazia puluhan siswa itu saat bergerombol di sejumlah tempat di pinggir jalan. Polisi segera mengamankan dan menggeledah. Dari situ ditemukan sejumlah barang. 


“Yakni, poster untuk demo, pisau dapur, gir, dan pil koplo,” tambah Dony.


Para pelajar ini datang, ada yang bolos sekolah, ada juga yang baru pulang sekolah. Namun niat mereka sama, mengikuti komando seperti  pesan broadcast. Mereka yang terjaring rasia itu mengaku dari SMKN 12 Malang, SMPN 14 Malang, Salah satu SMK di Singosari dan  
Salah satu SMK di Tumpang, Kabupaten Malang,


“Isi ajakannya ada yang untuk berdemo, ada isi ajakan berbau anarkis. Kami juga temukan fakta, mereka tidak saling mengenal satu sama lain, tapi ajakannya sama, yakni berkumpul di sekitar Balai Kota Malang. Usianya masih sangat muda, jelas tidak diperbolehkan (demo),” tutur Dony.


Kini mereka sedang ditada dan dilakukan pembinaan. Selain itu, polisi juga memanggil pihak sekolah dan orang tua terkait pembinaan mereka.


“Besok kami akan koordinasi untuk


BERITA TERKAIT