Kayutangan Heritage Buka Memori Tempo Doeloe | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kayutangan Heritage Buka Memori Tempo Doeloe

  • 2019-08-30
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1203
Kayutangan Heritage Buka Memori Tempo Doeloe Gebyar Heritage Kajoetangan menghadirkan nuansa Tempoe doeloe.

Klikapa.com -Wilayah Malang Raya akhirnya punya pusat heritage. Jumat (30/8),  Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mendeklarasikan koridor Kayutangan sebagai ibu kota Malang Raya Heritage. 

Hal itu dilakukan dalam pembukaan Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan yang digelar Komunitas Malang Raya Heritage. Event tersebut masih berlanjut hingga Sabtu (31/8) malam ini. Nuansa tempo doeloe kental di sepanjang kawasan Kayutangan.  Pejabat, penyelenggara kegiatan dan pengunjung mengenakan busana tempo doeloe.

 
Pembukaan Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan berlangsung meriah. Sebelum dibuka, warga sudah banjiri kawasan legendaris itu. Stamboel Kuliner (pasar kuliner) merupakan salah satu spot yang ramai dikunjungi. Beberapa kuliner jadul seperti Gulali, Roti Belanda, Berondong Londo, Sinom hingga Gula Kapuk diserbu pengunjung.


Tidak hanya kuliner, tembak bambu, gasing hingga pesawat terbang bambu juga menjadi pusat perhatian pengunjung. Suasana makin padat saat hari makin sore hingga tadi malam.

 
Kedatangan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat acara pembukaan makin melengkapi atmsofer zaman lawas. Berpakaian ala pejabat jaman dulu, Sutiaji yang didampingi istrinya, Hj Widayati menarik perhatian pengunjung.


Orang pertama di Pemkot Malang itu mengenakan jas berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu hitam. Makin pas karena dalaman kemeja berwarna putih. Di dalam jas hitam Sutiaji dipadu vest berkancing.

Bawahannya memakai kain songket bercorak batik. Sedangkan blankon berwarna emas. Sementara Dewanti datang dengan setelan kebaya warna kalem dipadu kain songket batik bercorak pola batik dan bunga bunga berwarna kuning dan coklat. 

Berjalan menyusuri koridor Kayutangan, dua pemimpin itu disambut warga lalu mengajak foto. “Pak Wali, Bu Wali foto bareng dong,” ajak pengunjung yang bersetelan ala kompeni Belanda. 

Inisiator Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan, Imawan Mashuri mengapresiasi seluruh komponen masyarakat yang berpartisipasi menyukseskan acara tersebut. Hal ini dikatakannya sebagai salah satu wujud dari komitmen melestarikan warisan


BERITA TERKAIT