Wali Kota Malang Resmi Meminta Maaf kepada Warga Papua | Berita Terbaru Hari ini

Close

Wali Kota Malang Resmi Meminta Maaf kepada Warga Papua

  • 2019-08-20
  • Editor :junaedi
  • dibaca :732
Wali Kota Malang Resmi Meminta Maaf kepada Warga Papua Wali Kota Malang Sutiaji, tiak ada kebijakan memulangkan mahasiswa asal Papua di kota Malang.(ist)

Klikapa.com -Wali Kota Malang Sutiaji secara terbuka meminta maaf atas statement Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko terkait insiden demo mahasiswa Papua di Kota Malang yang memicu reaksi warga Bumi Cendrawasih.

Sikap resmi Pemkot Malang itu disampaikan Sutiaji kepada wartawan di ruang kejanya di  Balai Kota Malang, Senin (19/8). 

Sutiaji menegaskan, tidak ada kebijakan memulangkan mahasiswa asal Papua. Dia juga meminta maaf atas terjadinya bentrok antara warga dengan mahasiswa asal Papua beberapa hari lalu.

“Atas nama Pemkot Malang, kami mohon maaf sebesar-besarnya jika kemarin sempat terjadi insiden. Tidak ada konflik sosial yang terjadi. Dengan visi Kota Malang Bermartabat, kami positif thinking sama semuanya,” jelas Sutiaji. 

BACA JUGA: Gubernur Papua Barat Minta Wakil Wali Kota Malang Minta Maaf


Sebelumnya, Kamis (15/8) lalu, terjadi insiden antara sekelompok warga dengan sejumlah mahasiswa Papua yang berunjuk rasa di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang. Usai peristiwa itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko memunculkan opsi kemungkinan pemulangan mahasiswa asal Papua. Komentar itulah yang kemudian direaksi di Papua Bahkan disebut-sebut salah satu pemicu rusuh di Manokwari. 

Sutiaji menjelaskan, selama ini tidak pernah ada konflik sosial yang terjadi, baik antara warga Kota Malang dengan mahasiswa Papua maupun sebaliknya. Sebagai salah satu visi Kota Malang yang bermartabat, pihaknya menekankan pikiran positif kepada semua warganya. 

"Terlepas dari apapun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak pernah ada kebijakan untuk memulangkan (warga Papua). Seluruh warga dari berbagai daerah, bahkan dunia boleh mencari ilmu di Kota Malang," jelasnya. 

Sutiaji menjelaskan, Pemkot Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) langsung mengambil sejumlah langkah. Di antaranya mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi untuk membuat pakta integritas. 

“Kami juga mengajak stakeholder untuk duduk bersama dan menjaga perdamaian,” kata dia. 

Orang pertama di Pemkot Malang itu menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang siapapun berinvestasi maupun


BERITA TERKAIT