Oknum Satpol PP Yang Menipu CPNS ternyata Sering Bolos Kerja | Berita Terbaru Hari ini

Close

Oknum Satpol PP Yang Menipu CPNS ternyata Sering Bolos Kerja

  • 2019-08-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :871
Oknum Satpol PP Yang Menipu CPNS ternyata Sering Bolos Kerja Camat Blimbing Kota Malang Muarib.(dok.detikcom)

Klikapa.com -Camat Blimbing Kota Malang, Muarib mengaku tidak tahu-menahu ikhwal praktik percaloan yang dilakukan anak buanyanya. Nanang Purwoaji,45, oknum petugas Trantib Satpol PP Kecamatan Blimbing Kota Malang diduga melakukan penipuan CPNS.

Tetapi ia mengaku jika Nanang sering bolos kerja. Ia bahkan pernah memberikan sanki atas pelanggaran indisipliner. Namun itu tidak membuat Nanang jera dan bahkan kembali mengulangi.

"Pada bulan Juli saja, alpha tercatat 16 kali, dan kami berikan sanksi. Bulan ini (Agustus) kembali bolos, mulai tanggal 1 sampai hari ini (Selasa, 13/0). Tentunya nanti akan kita proses dan menyerahkannya ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," ujar Muarib kepada wartawan saat di kantornya Jalan Raden Intan, Kota Malang, Selasa (13/8/2019).

BACA JUGA : Oknum Satpol PP Kota Malang Diduga Menipu CPNS Rp 75 Juta

Muarib menyatakan berkas pengaduan kinerja Nanang kepada pimpinan di atasnya sudah diproses sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang aparatur sipil negara (ASN).

"Berkasnya sudah kami buat, tentunya ada pelanggaran jika mengacu pada PP 53 tahun 2010. Kemarin hanya sanksi teguran, sekarang diulang lagi dan pastinya akan lebih berat sanksi yang diberikan," tegas Muarib.

Muarib mengaku tidak mengetahui alasan Nanang bolos kerja. Sejak menjabat Camat Blimbing 2 tahun ini, Muarib mengetahui Nanang bertugas sebagai petugas keamanan (trantib) Kecamatan Blimbing.

"Saya baru 2 tahun, dan memang yang bersangkutan (Nanang), jarang masuk kerja, secara kedinasan bertugas di bagian trantib. Alasannya juga tidak jelas," aku Muarib.

Dia juga tak mengetahui, apakah bolos kerja yang dilakukan Nanang, hanya untuk menghindari seorang warga yang telah dijanjikan lolos CPNS.

"Apakah ada hubungannya soal itu ya? Yang jelas dulu pernah kita mediasi dan yang bersangkutan (Nanang) menyanggupi untuk mengembalikan uang yang sudah diberikan. Kami kira urusannya sudah clear. Eh...ternyata belum, dengan bukti ada orang yang datang menagih," tandas Muarib.


BERITA TERKAIT