Seperti Ini Modus Warga Nigeria Menipu Korbannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Seperti Ini Modus Warga Nigeria Menipu Korbannya

  • 2019-08-12 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1124
Seperti Ini Modus Warga Nigeria Menipu Korbannya Tersangka penipuan yang ditangkap polisi.(ist)

Klikapa.com- Warga Desa Kemantren Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, AM, 30, menjadi korban penipuan secara online. Dua pelakunya satu di ataranya warga Nigeria telah ditangkap.

Kedua tersangka itu adalah  Serta, Ekene, 34, warga Nigeria dan Rina Liffriani, 42, warga Jakabaring, Kota Palembang.

Ceritanya, pada Juli 2019 lalu, melalui aplikasi Speaky, korban berkenalan dengan seseorang warna negara asing bernama Tonia Rawson. 

Tonia mengaku sebagai dokter Genelogis di Lenox, New York USA. Dari obrolan lewat Speaky, kemudian percakapan dilanjut lewat WhatsApp (WA) dan Hangout.

Dua pekan setelah perkenalan itu, Tonia mengatakan akan membelikan hadiah untuk ibunya. Sekalian juga membelikan hadiah untuk korban. Tetapi saat mau dibelikan hadiah, korban menolak.

Tidak lama kemudian, Tonia mengirim foto sebuah koper yang diakui isinya adalah hadiah untuk korban. Selanjutnya pada 19 Juli, Tonia mengirim bukti pengiriman hadiah melalui 

Http:www.desalliedexpress.com. Dikatakannya bahwa di dalam koper juga berisi uang sebesa USD34.600 sekitar Rp 468 juta.

Pada 22 Juli korban mencoba mengecek pengiriman barang melalui www.desalliedexpress.com. Diketahui barang kiriman telah sampai di Indonesia di daerah Bali.  

Lantas pada 23 Juli sekitar pukul 11.00, korban ditemui oleh seseorang yang mengaku sebagai kurir pengiriman Desline Carvis Cargo, bernama Rina Liffriyanti. 

Dikatakannya bahwa paketan dari Amerika atas nama korban yang berasal dari Tonia Rawson.

Setelah diakui korban, Rina mengatakan kalau barang akan dikawal oleh agen Tonia, bernama Ekenne. Namun korban diminta untuk membayar biaya di Indonesia, sebesar Rp 12.750.000. 

Lantaran tidak curiga, korban pun mentransfer uang ke rekening milik Rina melalui Bank HSBC. Rina mengatakan barang akan dikirim keesokan harinya.

Pada 24 Juli, korban kembali dihubungi oleh Rina. Dikatakannya bahwa dalam paketan ada uang yang nilainya di atas Rp 100 juta. 

Agen Tonia diakuinya meminta harus diberikan sertifikat. Sehingga korban kembali mentransfer uang Rp 25.250.000.

Setelah uang ditransfer, ternyata Rina hanya berjanji saja. Kemudian ketika dihubungi


BERITA TERKAIT