Anak Durhaka, Ibunya Dianiaya Gegara Tak Dibelikan HP | Berita Terbaru Hari ini

Close

Anak Durhaka, Ibunya Dianiaya Gegara Tak Dibelikan HP

  • 2019-07-11 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1720
Anak Durhaka, Ibunya Dianiaya Gegara Tak Dibelikan HP Tersangka Ahmad Basori dan ibunya saat mendapat perawatan di Puskesmas.(agung)

Klikapa.com -Ucapan anak durhaka pantas dilebelkan kepada Ahmad Basori, 20, warga Jalan Keramat Desa Undaan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Hanya sara-gara handphone (HP), ia tega menganiaya ibunya Siti Kholifah, 43. 


Akibat perbuatannya, Basori kini harus harus meringkuk di rutan Mapolsek Turen, sejak Rabu (10/7) malam. 


"Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah ada laporan dari perangkat desa," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi, Kamis (11/7).


Informasi di TKP, penganiayaan itu terjadi Rabu (10/7) dini hari sekitar pukul 03.00. Tersangka menganiaya ibunya di dalam rumah. Saat menganiaya, tersangka diduga sedang mabuk mengonsumsi pil koplo.


"Keterangan korban dan warga sekitar, tersangka ini tidak hanya sekali menganiaya orang tuanya. Sudah berulang kali dan puncaknya Rabu dini hari," tutur Soleh, sembari menyebut tersangka kerap mengonsumi pil koplo.


Saat kejadian, tersangka meminta ibunya untuk membelikan HP. Karena ibunya hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga, ibunya mengatakan tidak bisa membelikan.


Apalagi ayahnya (suami korban) yang sebelumnya hanya sebagai tukang becak, kini dalam kondisi sakit. Namun, alasan itu tidak diterima tersangka. Dia langsung marah-marah.


Selanjutnya, dengan penuh emosi tersangka memukuli korban dengan tangan kosong. Ibu yang melahirkannya itu juga ditendang berulang kali. 


Tak sampai di situ, dengan tega tersangka membakar seluruh pakaian yang ada dalam lemari. Korban yang kesakitan dengan penganiayaan, berteriak minta tolong hingga didengar tetangganya.


Warga lantas menolong korban yang kesakitan dengan melarikan ke Puskesmas. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan tersangka ke perangkat desa yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Turen.


Berdasar laporan itulah, petugas segera mencari keberadaan tersangka dan berhasil menangkapnya. 


"Barang bukti yang kami amankan, sebuah korek api yang digunakan membakar pakaian korban. Serta sisa pakaian yang terbakar," jelas mantan Kasubag Humas Polres Malang.


Saat diperiksa polisi, Basori  mengaku tersulut emosi. Ia melakukan penganiyaan


BERITA TERKAIT