Tak Mengantongi Izin, Lima Stasiun Televisi Nasional 'Menghilang' di Sebagian Wilayah Jawa Timur | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tak Mengantongi Izin, Lima Stasiun Televisi Nasional 'Menghilang' di Sebagian Wilayah Jawa Timur

  • 2019-07-04
  • Editor :junaedi
  • dibaca :8826
Tak Mengantongi Izin, Lima Stasiun Televisi Nasional 'Menghilang' di Sebagian Wilayah Jawa Timur Ilustrasi Lima Stasiu televisi Nasional menghilang di beberapa kota di Jawa Timur.(ist)

Klikapa.com -Sudah tiga hari ini siaran dari lima stasiun televisi nasional menghilang di Malang. Ke lima stasiun televisi yang tidak ada muncul tayangannya itu adalah Trans 7, Trans TV, Metro TV dan TV One dan Global TV. Ternyata 'hilangnya' tanyanan mereka di layar kaca itu karena faktor perizinan.


Menurut Balai Monitor (Balmon) Kelas 1 Surabaya, ke lima stasiun tv itu belum mengantongi izin penggunaan frekuensi di daerah khususnya di Malang. 


“Benar dilakukan penertiban frekuensi. Karena belum ada izin penggunaan frekuensi di Malang,” kata Kasi Penindakan dan Penertiban (Pentib) Balai Monitor Kelas I Surabaya Fathorohman,  Kamis (4/7). 


Dijelaskannya, frekuensi siaran ke lima stasiun ini melingkupi Malang Raya. Sehingga sejak ditertibkan, di wilayah Malang Raya pula tayangan mereka tidak lagi bisa ditangkap pemirsanya.

“Karena ini masalah dasar yakni legalitas. Konsekuensi dari pelanggaran tersebut, penggunaan frekuensi stasiun-stasiun ini dicabut,” tegasnya.


Penertiban itu katanya bukan saja di Malang. Namun juga kota lain seperti Kediri dan Madiun. Stasiun pemancar ulang yang tidak memiliki izin semuanya 'dimatikan'. 


Ditambahkan, Balmon saat sedang melakukan inventarisir kembali terkait data-data penggunaan frekuensi khususnya stasiun televisi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mana yang masih dapat bersiaran dan mana yang harus diperpanjang atau mana yang belum mengantongi izin penggunaan frekuensi. 


“Jika mau dapat bersiar lagi, harus urus izin. Kalau sudah ada izin pencabutan akan berakhir dan bisa siaran lagi.” tandasnya. 


Meski begitu Balai Monitor Kelas I Surabaya masih akan memanggil pihak stasiun televisi yang belum mengantongi izin penggunaan siaran ini untuk meminta konfirmasi. Penertiban frekuensi ini pernah dilakukan juga sebelumnya. Beberapa tahun lalu, pemutusan frekuensi beberapa stasiun TV nasional juga pernah terjadi di Malang raya. (ica/aim)


BERITA TERKAIT