Permainan Paris Swing Roboh, Lima Orang Terluka, Polisi Usut Ada Tidaknya Usur Kelalaian | Berita Terbaru Hari ini

Close

Permainan Paris Swing Roboh, Lima Orang Terluka, Polisi Usut Ada Tidaknya Usur Kelalaian

  • 2019-06-09 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :486
Permainan Paris Swing Roboh, Lima Orang Terluka, Polisi Usut Ada Tidaknya Usur Kelalaian Lokasi permainan Paris Swing yang roboh yang telah dibongkar pengelolanya.(agung)

MALANG -Permainan Paris Swing (kursi terbang) di Pasar Malam Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, roboh, Sabtu (8/6) malam. Lima orang menjadi korban. Saat ini polisi terus menyelididki kasus ini untuk menentukan siapa yang harus bertanggung-jawab.

Kelima orang korban itu semuanya sudah mendapatkan perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Mereka adalah adalah Halimatus Shadiah asal Wonokerso, Yosifa Nesya (Poncokusumo), Dewi (Cempokomulyo), Biola (Poncokusumo), dan Sifa (Batam).

Hingga hari Minggu (9/6), polisi masuk mengusut peristiwa ini. Sejumlah pihak pun telah dimintai keterangan sebagai saksi, untuk mengetahui apakah ada kelalaiannya.

"Kasusnya sedang kami dalami. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Selain pemilik dan pengunjung, petugas operatornya juga telah kami periksa," jelas Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo, Minggu (9/6).

Hanya saja hasil pemeriksaan itu belum disimpulkan apakah ada pihak yang bertanggungjawab untuk proses hukum. Sebab, sampai Minggu (9/6) siang polisi terus mendalami dan masih mencari saksi lain.

"Kami dalami terlebih dahulu apakah ada unsur kelalaiannya atau tidak," ujarnya.

Keterangan sejumlah saksi di TKP menyebut penyebab kecelakaan akibat aliran listrik mati. Saat listrik mati, sehingga Paris Swing langsung berhenti. Ketika berhenti itulah, para penumpang panik.

"Saat panik, penumpang ada yang turun. Sehingga menyebabkan posisi Paris Swing tidak seimbang yang akhirnya roboh. Beberapa penumpang mengalami luka-luka, namun hanya lecet saja," terang mantan Kapolsekta Lowokwaru ini. 

Wahana kursi terbang itu diketahui milik usaha Wahan Putra Cahaya. Pemiliknya bernama Yosi, warga Kediri. Permainan ini berkapasitas 12 orang dan setiap kursi untuk satu orang.

"Saat kenjadian, pemiliknya tidak ada. Namun pasca kejadian itu, dia bertanggungjawab dengan mengurus biaya perawatan para korban yang di rumah sakit. Setahu saya, sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 25 juta untuk mengurus biaya kecelakaan itu," ungkap salah satu pegawai yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu pasca-insiiden itu, permainan Paris Swing (kursi terbang) langsung dibongkar. Permainan itu sudah


BERITA TERKAIT