Gulai Cham | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gulai Cham

  • 2019-05-20
  • Editor :husnun
  • dibaca :888
Gulai Cham

Catatan Dahlan Iskan

"Masjid near me," tulis saya di Google Search.

Muncullah nama dan lokasi beberapa masjid. Tapi jarak yang terdekat 60 km. Padahal waktu buka puasa tinggal satu jam lagi.

Saya memang lagi di kota Biên Hòa saat itu. Sebuah kota kecil. Pusat industri yang sangat besar di Vietnam. Sekitar 60 km dari Ho Chi Minh City.

Tidak mungkin buka puasa bersama. 

Dua hari kemudian saya buka Google Search lagi.

"Masjid near me."

Jawabannya lebih tidak terjangkau. Yang terdekat hampir 200 km.

Saat itu saya sudah pindah ke kota Nha Trang. Di tengah Vietnam. Kota kecil yang lagi bangkit. Dengan potensi wisata pantainya.

Saya naik kereta dari Biên Hòa ke Nha Trang: 7 jam. Mirip kereta kita 15 tahun yang lalu. Dari delapan gerbong itu separo masih pakai kursi kayu. Keras. Separo lagi pakai kursi empuk. Yang mirip eksekutif. Kursinya bisa disetel derajat tegaknya.

Melihat kanan-kiri rel perasaan saya seperti ketika melintas di Flores tengah. Tanahnya kering. Sepanjang jalan yang terlihat hanya pohon jambu mente. Tanahnya berbatu.

Beda sekali dengan wilayah selatan Vietnam. Yang sangat subur. Sepanjang mata memandang hanya sawah dan sawah. Vietnam surplus beras selama ini.

Di Nha Trang saya juga tidak bisa buka bersama.

Saya masih ingin ke utara lagi. Ke sebuah kota yang di zaman kuno bernama Indrapura. Kota Indrapura di Vietnam! 

Untuk ke Indrapura harus melewati kota kecil yang dulu bernama Vijaya. Yakni di zaman Majapahit. 

Tapi saya pernah ke kota itu. Yakni saat saya ke Hội An. Yang pernah menjadi kota terbesar di Asia Tenggara. Mengalahkan Batavia, Siam, Temasek, Srivijaya dan seterusnya. Kini Hội An hanya kota kecamatan yang amat kecil. 

Kota Indrapura itu sendiri sekarang bernama Da Nang. Posisi di Vietnam-nya tepat di tengah. Antara ujung selatan Vietnam dan ujung utara. Yang pernah jadi pangkalan terbesar tentara Amerika. Saat


BERITA TERKAIT