Polda Jatim Amankan Empat Orang Pemerkasa Tour Jihad 22 Mei Jakarta | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polda Jatim Amankan Empat Orang Pemerkasa Tour Jihad 22 Mei Jakarta

  • 2019-05-20
  • Editor :junaedi
  • dibaca :456
Polda Jatim Amankan Empat Orang Pemerkasa Tour Jihad 22 Mei Jakarta Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memberikan keterangan kepada wartawan terkait razia gabungan mencegah pergerakan massa 22 Mei ke DKI Jakarta, Surabaya, 19 Mei 2019.(dok.cnn-indonesia)

SURABAYA -Polda Jatim terus mendalami program Tour Jihad 22 Mei Surabaya-Jakarta yang digagas simpatisan Paslon nomor urut 02 dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.  Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan tim gabungan Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jatim, telah mengamankan empat orang untuk dimintai keterangan terkait Tour Jihad tersebut.

"Ada 4 orang yang mana mereka memang melakukan kegiatan yang terkait dengan menyiarkan mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan yang menghasut, untuk melakukan tindak pidana dengan membuat program tour jihad Surabaya - Jakarta dan melaksanakan aksi 22 Mei," kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (19/5).

Empat orang yang diamankan tersebut adalah pihak penyelenggara Tour Jihad. Mereka, kata Luki, memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertindak sebagai perencana, lalu ada yang bertugas memublikasikannya ke media sosial, ada pula yang mengoordinasi, dan bendahara.

"Ini sudah kita amankan ada 4 orang inisial A, inisial R, F dan C, dengan masing-masing bagian tugasnya ada yang bagian bendahara, ada yang membuat akun, ada yang memang sebagai koordinator, dan ada yang menyuruh," kata Luki.

Program Tour Jihad ini, kata Luki, telah berhasil mengumpulkan 44 calon pengguna jasanya. Namun, pembayaran baru terlunasi untuk 36 orang saja. Tour Jihad itu sendiri telah urung beranjak ke Jakarta dari Surabaya kemarin.

"Berdasarkan data sudah terkumpul 44 orang, namun yang baru membayar 36, dan kami sudah ikuti dan alhamdulillah dari daftar masuk ini akhirnya bisa kami batalkan," kata Luki.

Sementara ini, sambungnya, polisi belum menetapkan satu tersangka karena penyidik masih terus mendalami peranan masing-masing.

"Statusnya masih kami dalami. Saat ini sedang kami proses dengan kami kenakan rencananya pasal 160 KUHP dan 161 junto pasal 53 KUHP," pungkas Luki.
 

sumber cnn-indonesia


BERITA TERKAIT