Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Polisi Stop Rombongan Warga Malang ke Jakarta | Berita Terbaru Hari ini

Close

Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Polisi Stop Rombongan Warga Malang ke Jakarta

  • 2019-05-20 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :795
Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Polisi Stop Rombongan Warga Malang ke Jakarta Rombongan bus Plat AD 1528 AR berisi 18 orang dicegat polisi dan digiring ke Mapolres Malang Kota, MInggu (19/5).

MALANG –Polisi mengamankan rombongan bus yang disinyalir akan berangkat ke Jakarta, Minggu (19/5). Polisi merasa perlu mencegah warga Malang ke Jakarta, karena rombongan ini disinyalir akan ikut dalam gerakan People Power, 22 Mei mendatang.

Namun, rombongan yang hendak ke Jakarta dengan menggunakan bus itu mengaku hanya ingin berkumpul dengan rekan-rekannya di Jakarta.

Rombongan dengan bus AD 1528 AR dihentikan Polisi di Jalan Puncak Borobudur, di  sekitar kawasan SMAN 9 Malang. Bus ini berisi 18 orang kemudian digiring ke Polres Malang Kota. 

Maskur, perwakilan dari rombongan ini mengatakan, mereka memang akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu rekan-rekannya.

“Jamaah berkeinginan lama bertemu dengan teman-temannya di Jakarta, sebagian sudah berangkat. Setelah mau berangkat tadi, kendaraan ini diarahkan ke sini (Polres Makota). Saya tanya, ada apa bus ini dibawa ke kantor polisi, katanya situasi di Jakarta membahayakan,” papar Maskur kepada wartawan, Minggu (19/5) sore .

Pria yang juga pengacara serta anggota organisasi profesi advokat tersebut, mengatakan bahwa penggiringan bus ke kantor polisi ini, tidak beralasan. Sebab, Maskur menjamin orang-orang yang berangkat ke Jakarta ini, tidak akan merusak situasi dan kondisi yang sedang panas di Jakarta.

“Orang-orang tidak ingin merusak situasi di sana, kami hanya mau datang saja,” ujar Maskur. 

Menurut Maskur, sampai Minggu malam ini, rombongan masih berada di Polres Malang Kota. 

Para jamaah, berbuka puasa di Polres Makota dan makanan berbukanya disediakan oleh petugas. 

Wartawan dilarang untuk masuk ke Polres Makota dan hanya bisa memantau dari luar situasi di dalam halaman kantor polisi. 

Kapolres Makota, AKBP Asfuri memaparkan rombongan bus yang dicegah berangkat ek Jakarta itu merupakan upaya preventif agar warga Malang Kota, tidak terlibat rencana kelompok yang ingin membuat kisruh pada 22 Mei 2019.

“Ini adalah langkah antisipasi dari TNI-Polri dan Pemkot Malang, bahwa saya ingin menjaga keselamatan masyarakat, agar tidak hadir ke


BERITA TERKAIT