Formulir C1 Fotokopi Semua, Kenapa Bisa Lolos 62 TPS? | Berita Terbaru Hari ini

Close

Formulir C1 Fotokopi Semua, Kenapa Bisa Lolos 62 TPS?

Formulir C1 Fotokopi Semua, Kenapa Bisa Lolos 62 TPS? Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha tak hanya memarahi lima komisioner KPU.

KLIKAPA - Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha tak hanya memarahi lima komisioner KPU layaknya anak kecil. Ia juga melabrak Ketua Bawaslu Nias Selatan, Pilipus F Sarumaha.
Hilarius yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Logistik KPU Nias Selatan terlibat perdebatan panas dengan Pilipus.
Hilarius emosi lantaran Pilipus mengatakan bahwa bupati tidak punya kewenangan untuk mempertanyakan masalah itu.
Sebaliknya, Hilarius menuding Bawaslu tidak melakukan pengawasan dengan baik, sehingga banyak formulir C1 di dalam kotak suara tidak berhologram dan hanya fotokopian.
“Mengapa Anda tidak awasi? Mengapa bisa lolos 62 TPS fotokopi semua?,” tanya Hilarius.
Pilipus kemudian bertanya balik kepada Hilarius, apakah dia mempertanyakan masalah itu dalam kapasitasnya sebagai bupati atau warga biasa.
“Saya sekarang mau nanya kepada mereka, kemana yang ada hologramnya,” jawab Hilarius.
Politisi PDI Perjuangan itu kemudian meminta anak buahnya untuk terus merekam suasana di dalam ruangan.
Sementara Pilipus tampak berkonsultasi dengan beberapa orang, apakah bupati Nias Selatan bisa diperbolehkan masuk ke dalam gudang penyimpanan losgitik Pemilu 2019.
“Ada apa ini? Ada apa ini permainan ini. Malah Panwasnya melarang cek. Direkam tadi ya, mengapa Panwasnya melarang dicek. Siapa kamu?,” kata Hilarius sebelum masuk ke dalam gudang penyimpanan logistik KPU.
Setelah memeriksa gudang penyimpanan logistik, Hilarius langsung memberikan keterangan pers. Ia mengaku marah besar setelah menemukan C1 asli tidak dibagikan.
“Ternyata saya temukan C1 tidak dibagikan di dapil I di kotaknya. Setelah saya tanyakan, malah Ketua Bawaslu mengatakan ‘apa urusan Anda’? Saya katakan, saya bantu Anda, mengapa kalian tidak awasi?,” katanya.
Mantan Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya itu curiga ada permainan antara KPU dan Bawaslu, sehingga C1 asli tidak dibagikan.
“Mengapa C1 itu tidak dikirim di dapil I, mengapa fotokopi, mengapa bisa lolos? Tentu kan ada di pengawasan ini,” kata


BERITA TERKAIT