Lewat Visual Sengsara dan Wafat Yesus, Umat Katolik Cium Salib Tanda Pengorbanan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Lewat Visual Sengsara dan Wafat Yesus, Umat Katolik Cium Salib Tanda Pengorbanan

Lewat Visual Sengsara dan Wafat Yesus, Umat Katolik Cium Salib Tanda Pengorbanan Teatrikal visualisasi sengsara dan wafat Yesus di Kayu Salib yang dilakukan nggota  Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Ratu Rosari.(ipunk)

MALANG-Peringatan Jumat Agung oleh umat Katolik di Kota Malang, Jumat (19/4) tidak saja diisi dengan ibadah. Tapi juga ditampilkan visualisasi teatrikal kisah sengsara dan wafat Yesus di kalyu salib.

Seperti yang dilakukan di gereja Paroki Ratu Rosari, Kesatrian dan St Albertus de Trapani, Blimbing. di kedua gereja ini menggelar teatrikal itu di dalam gereja pagi hari sebelum dilakukan perayaan misa Jumat Agung.

Teatrikal yang menampilkan pengadilan terhadap Yesus dan kemudian sengsara dan wafatnya di kayu salib itu diperankan anggota  Orang Muda Katolik (OMK).  Mereka memerankan tokoh-tokoh seperti dalam kitab suci.


Visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus ‘Cruxifixus Etiam Pro Nobis’ ini memang kerap dilakukan gereja-gereja Katolik pada pagi hari sebelum Ibadah Jumat Agung. Sedangkan misa Jumat Agung dilakukan mulai pukul 12.00 WIB, pukul 15.00 dan Pukul 18.30 wib. 

  
Sementara misa di Gereja Katedral Ijen dibanjiri umat. Mereka datang satu jam sebelum misa dimulai yakni pukul 11.00 WIB, sedangkan misa berlangsung 12.00 WIB. Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Emanuel Wahyu Widodo  yang memimpin misa.


Misa Jumat Agung ini terbagi dari tiga bagaian. Yakni ibadah sabda, cium salib dan Komini. 

Ibadah Sabda, umat diajak mengenal kisah sengsara dan wafat Yesus demi menyelamatkan manusia dari dosa seperti dalam Injil. Ibadah cium Salib sebagai tanda penghormatan umat Katolik kepada Yesus dan Komini yang merupakan peringatan mengenang Yesus dalam perjamuan akhir bersama murid-muridnya.
 
Sedangkan prosesi ibadah ciri khas  peringatan Jumat Agung, tidak ada instrumen musik apapun yang mengiringi semua prosesi.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk duka umat Katolik mengenang sengasara Yesus Kristus. Altar gereja pun tidak dihiasi bunga berwana-warni. Seluruh salib yang ada dalam gereja dibalut kain berwarna ungu. 

“Sengsara Yesus merupakan kemenangan bagi umat sekalian, penebusan dosa ini harus dimaknai dengan pertobatan,” kata Romo Emanuel.

Dalam ibadah


BERITA TERKAIT