Dikalahkah Arema, Persebaya Evaluasi Total. Djanur Bilang Banyak Kekurangan Kami | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dikalahkah Arema, Persebaya Evaluasi Total. Djanur Bilang Banyak Kekurangan Kami

  • 2019-04-13
  • Editor :junaedi
  • dibaca :537
Dikalahkah Arema, Persebaya Evaluasi Total. Djanur Bilang Banyak Kekurangan Kami Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.(ist)

SURABAYA -Gagal penuhi ambisinya raih trofi juara Piala Presiden 2019, Persebaya segera melakukan evaluasi total. Bukan saja secara tim namun orang perorang segera diberikan raportnya. 

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman menyebutkan evaluasi akan kekurangan sekuatnya itu secara menyeluruh. Khusunya penyebab kegagalan jadi juara. 

Dibeberkan sorotan yang akan dilakukan adalah kebobolan empat gol dari Arema, yang membuat timnya berantakan.

"Saya konsentrasi pada empat gol yang masuk gawang kami, termasuk saat di Surabaya. Ada kesalahan fatal dan masalah pada konsentrasi individu pemain," kata pelatih yang karib disapa Djanur itu, kepada wartawan.

Tim berjuluk Bajul Ijo ini memeiliki rekor yang apik di awal gelaran pramusim. Dari babak penyisihan hingga final, belum pernah mengalami kekalahan. Rekor minornya adalah takluk dengan skor agregat 2-4 dari Arema dalam partai final. 

Persebaya tumbang 0-2 dalam leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat malam (12/4). Pada leg pertama (9/4), Persebaya ditahan imbang  Arema 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Empat gol yang dihasilkan Arema ke gawang Persebaya, dilesakkan pemain yang berbeda. Mereka adalah Hendro Siswanto, Makan Konate, Ahmad Nur Hardianto, dan Ricky Kayame.

Sebelumnya, Djanur juga menyoroti lini belakang skuatnya. Terutama penampilan penjaga gaang Miswar Saputra yang belum konsisten. Sehingga kala laga leg kedua Miswar harus parkir di bangku cadangan.

Semetara di barisan lini serang, Persebaya disorot kurang tenang untuk mengeksekusi peluang menjadi gol.

"Ketenangan saat peluang terbuka juga harus dibenahi. Kurangnya kepercayaan pada orang lain, itu juga masalah. Kami kurang tenang dalam menyelesaikan peluang. Ini catatan kami yang harus diperbaiki," tutur pelatih berusia 60 tahun itu.

Hampir semua lini Persebaya sebenarnya belum meyakinkan untuk menunjukkan sebagai tim bermental juara. Terbukti Arema mampu menciptakan tempo permainan yang kemudian diikuti oleh Persebaya.

"Masih ada banyak masalah kami. Saya tidak ingin terbuka soal itu. Lini tengah ada sedikit keropos, dan Arema


BERITA TERKAIT

close