Pemilu Yang Menggebirakan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pemilu Yang Menggebirakan

Pemilu Yang Menggebirakan Sugeng Winarno, Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

adil. Banyak pihak mengerti azas pemilu ini, namun tak semua orang menerapkannya. Dari pemilu ke pemilu, azas Luber Jurdil telah digunakan sebagai pedoman dalam mewujudkan pemilu yang demokratis. Namun dalam kenyataannya, masih ada sekelompok orang yang tak menghendaksi terwujudnya pemilu yang Luber Jurdil.


    Pemilu merupakan salah satu perwujudan dari pesta demokrasi. Seperti umumnya dalam sebuah pesta, semua orang yang terlibat diharapkan bisa bergembira dan menikmati. Dalam pemilu idealnya semua bebas menentukan pilihannya tanpa ada intervensi. Tak selayaknya muncul intimidasi dan penggiringan massa untuk memilih calon tertentu. Kalau demikian yang terjadi maka azas Luber Jurdil itu hanya omong kosong belaka.


    Dalam pilpres dan pileg 2019 ini, semangat untuk melaksanakan pemilu yang Luber Jurdil harus menjadi komitmen bersama. Maka segala upaya guna menjadikan pemilu yang tak sesuai azas harus diberantas bersama. Semua pihak harus berkomitmen untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu yang berdaulat. Karena seperti tagline KPU bahwa pemilih berdaulat, negara kuat.  


    Azas rahasia dalam pemilu artinya setiap pilihan seseorang itu rahasia. Kerahasiaan ini perlu dijaga agar perbedaan pilihan antara satu orang dengan yang lain tak memicu seteru. Azas pemilu yang menjunjung kerahasiaan ini bermaksud bahwa pemilu itu mempersatukan. Melalui pemilu tak boleh persatuan tercerai berai gara-gara beda pilihan. Apapun pilihan presiden, wakil presiden dan calon legislatifnya, persatuan harus dijunjung bersama.


    Azas pemilu juga menjamin kebebasan rakyat dalam menentukan pilihan. Semua yang punya hak pilih secara bebas bisa menentukan pilihan sesuai hati nuraninya. Karena masing-masing orang bebas maka bisa saja terjadi beda pilihan antara satu dengan yang lain. Untuk itu saling menghargai pilihan orang lain juga harus dikedepankan. Menjaga harmoni diantara semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu perlu diwujudkan semua pihak.


Tak Jumawa, Tetap Legowo
    Yang menang jangan jumawa dan yang kalah harus tetap legowo. Bukankah dalam setiap kompetisi selalu ada yang menang dan kalah. Semua pihak harus bisa menerima kenyataan hasil pemilu. Para kontestan capres-cawapres, para tim sukses, terlebih para pendukung masing-masing calon harus mampu mengendalikan diri. Kegembiraan pemilu dapat terwujud bila yang menang dan yang kalah bisa menerima dengan lapang dada.


    Asalkan pemilu berjalan dengan fair play, menjunjung azas Luber Jurdil, maka semua pihak pasti dapat menerima semua proses pemilu ini. Untuk itu pelaksanaan pemilu harus bisa dipastikan berjalan on the track, tak ada yang menyimpang dari aturan mainnya. Kontestan pemilu, KPU, Bawaslu, para tim sukses, para pendukung, dan seluruh masyarakat berperan penting dapat menciptakan pemilu yang bermartabat dan berkualitas.


    Tak perlu terlalu tegang, semua harus menyadari bahwa pemilu itu merupakan kegiatan rutin lima tahunan. Pemilu itu sebuah peristiwa biasa dan rutin dilakukan dalam mencari pemimpin bangsa. Untuk itu semua harus bisa memandang dan menempatkan pemilu sebagai sebuah aktivitas yang biasa-biasa saja. Pemilu itu pesta demokrasi, suasananya jangan dibuat seperti layaknya perang yang harus dihadapi dengan segala kekuatan dan daya upaya.


    Terlalu mahal kalau sesama anak bangsa mengorbankan rasa persatuan dan kesatauan hanya gara-gara beda pilihan politik. Masing-masing kontestan politik memang sedang beradu strategi, mengeluarkan segala amunisi untuk meraih kemenangan. Beragam cara ditempuh para kandidat guna memenangi kontestasi pemilu. Namun setiap pihak yang lagi berkompetisi hendaknya tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan bangsa.


    Seluruh masyarakat juga harus tetap waspada dengan merebaknya berita bohong (hoax) politik yang jumlah dan persebarannya semakin masif. Tak jarang hoax sengaja dihembuskan dengan aroma adu domba. Melalui beragam platform media sosial sering masyarakat tak mampu memilah hingga menelan mentah-mentah hoax politik yang bertebaran di media sosial. Munculnya hoax


BERITA TERKAIT