KPK Terus Buru Tersangka Baru Soal Korupsi APBD Kota Malang 2015 | Berita Terbaru Hari ini

Close

KPK Terus Buru Tersangka Baru Soal Korupsi APBD Kota Malang 2015

KPK Terus Buru Tersangka Baru Soal Korupsi APBD Kota Malang 2015 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK.(firman)

MALANG-Komisi Pembertantasan Korupsi (KPK) terus mengejar para pejabat Pemkot Malang terkait dengan kasus korupsi APBD P (perubahan) tahun 2015. Setidaknya empat dari delapan orang yang pernah menjabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) diperiksa KPK di Mapolres Kota Malang, Rabu (10/4).

Mereka adalah Dahat Sih Bagyono Mantan Kabid Tata Ruang DPUPPB Tahun 2013, Mantan Kabid Bina Marha Nur Rahman Wijaya, Mantan Sekretaris DPUPPB Nunuk Sri Rusgianti, Mantan Kasubag Perencanaan dan Keuangan DPUPPB Ajeng Prihatin Wilujeng. 

Dahat, menjadi saksi yang pertama keluar dari ruang pemeriksaan usai diperiksa kurang lebih 2 jam sejak pukul 10.30 WIB. 

“Sama saja materinya soal pembahasan APBD Perubahan. Saya serahkan ke penyidik saja ya,” kata Dahat singkat.

Selain Dahat, hanya Nur Rahman saja yang mau memberkan keterangan kepada awak media. 

Ia menjelaskan,  dalam pembahasan APBD Perubahan yang barmasalah itu, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai perintah kepala dinas. 

“Sudah sama saja, BAP juga sama,” katanya tentang materi pemeriksaan penyidik KPK.

Dia juga menyebutkan adanya pertanyaan tentang fee satu persen hingga uang sampah. 
 
Dalam pemeriksaan itu, hadir pula saksi lain Yakni Mulyono Sekwan DPRD Kota Malang yang pada 2015 lalu sempat menjabat sebagai Asisten Pemkot Malang, kemudian mantan kepala Bidang Pendataan dan Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, M. Sulthon.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso yang pada 2015 lalu sempat menjabat sebagai Asisten Pemkot Malang juga ikut diperiksa. Termasuk istri mantan Ketua DPRD Kota Malang Oemy Sugiarti.

Mulyono, usai diperiksa hanya mengaku diberikan tiga pertanyaan saja oleh tim penyidik KPK.“Tadi ada tiga pertanyaan, ya saya hanya ditanya kenal apa tidak sama anggota dewan yang kena 45 itu dan tahu apa tidak nama – nama ini,” ujar pria ramah ini. 

Sementara itu Hadi Santoso atau yang akrab


BERITA TERKAIT