Ya Ampun, Pasutri Asal Tumpang Nekat Gantung Diri Bersama | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ya Ampun, Pasutri Asal Tumpang Nekat Gantung Diri Bersama

  • 2019-04-09 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :804
Ya Ampun, Pasutri Asal Tumpang Nekat Gantung Diri Bersama Rumah pasutri (insert) yang nekat gantung diri diduga karena depresi menanggung utang.(ist)

MALANG -Pasangan suami-istri Supriyadi, 52, dan Srisaptaning Dyah Yuliasih, 52, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jenazah warga Jalan Raya Mangun Darmo, RT34 RW03, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini ditemukan warga di lantai dua rumahnya, Selasa (9/4).

Polisi yang segera datang ke TKP, menemukan posisi kepala Srisaptaning Dyah Yuliasih menyandar di dada sang suami. Belum diketahui secara jelas, apa yang menjadi alasan pasutri ini bunuh diri. 

Beberapa warga menyebutkan keduanya bunuh diri diduga karena masalah utang piutang. Terlebih sebelumnya, keduanya sudah pernah mencoba mengakhiri hidup dengan meminum obat melebihi dosis. 

"Dua minggu lalu, Supriyadi sempat minum bodrek lebih dari 10 butir. Namun nyawanya selamat. Satu minggu kemudian Supriyadi juga minum racun tikus, dan nyawanya tetap selamat. Ini ketiga kalinya korban mencoba bunuh diri," kata salah satu petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pertama kali menemukan jenazah keduanya adalah Jemi Dendis, 39, tetangga korban. Sekitar pukul 10.00, Jemi datang ke rumah korban untuk mengantar Bima, cucu korban ke sekolah. 

Namun saat itu rumah korban tertutup rapat. Berkali-kali, Jemi memanggil namun tak ada jawaban. Hingga akhirnya Jemi memilih masuk.

Di dalam rumah, Jemi kembali memanggil korban. Tapi tak ada jawaban. Hingga akhirnya, Jemi naik ke lantai dua, dan melihat tubuh pasutri ini tergantung dengan leher terikat tampar. Sontak Jemi berteriak, meminta tolong warga. Warga yang melihat jenazah korban kemudian melapor ke Polsek Tumpang.

"Untuk memastikan kondisi korban kami juga mendatangkan tim medis, yang menyatakan korban memang sudah meninggal," kata Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sodiq.

Menurut Bambang, pada jasad kedua korban tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Keluarga juga keberatan jika jenazah pasutri ini dibawa ke kamar jenazah untuk divisum. 

"Tadi keluarga keberatan jika korban dibawa ke kamar jenazah untuk otopsi. Mereka membuat surat pernyataan, menerima kematian korban, karena musibah," urai


BERITA TERKAIT

close