Diduga Depresi Banyak Utang, Wanita Ini Nekat Gantung Diri | Berita Terbaru Hari ini

Close

Diduga Depresi Banyak Utang, Wanita Ini Nekat Gantung Diri

  • 2019-04-09
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1641
Diduga Depresi Banyak Utang, Wanita Ini Nekat Gantung Diri Petugas saat olah TKP korban gantung diri di gudang dapur rumahnya.(ipunk)

MALANG -Masyarakat sekitar Dusun Segaran, Gang Dukut, Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang Selasa (9/4) pagi dibuat heboh. Itu lantaran Endang Rahayu, 53, warga sekitar nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban ditemukan tewas tergantung pada tali di dalam ruang gudang dapur rumahnya. Kondisi itu ditemukan Zhabela Maharani alias Sasa, 22, keponakan korban.

Saksi inilah yang melihat pertama kali bibinya tewas bunuh diri. Ia sempat berteriak minta tolong warga.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas dan evakuasi tubuh korban, tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal murni karena gantung diri. Hal ini, diperkuatkan dengan ciri-ciri tewas bunuh diri.

"Keluarga tidak menghendaki jenazah divisum, menerima kematiannya sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan," jelas Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda S Budi Santoso. 

Informasihnya, pagi sekitar pukul 08.00, Sasa, datang ke rumah bibinya. Antara rumah Sasa dengan bibinya, berhadapan. 

Sasa mencari bibinya karena pagi itu tidak terlihat. Sebab kebiasaan korban, sebelum berangkat kerja selalu datang ke rumah Sasa, untuk mengambil bekal makanan. 

Lantaran sampai pukul 08.00, tidak terlihat, Sasa mencari dengan mendatangi rumah korban.

Saat itu pintu pagar masih terkunci dari dalam rumah. Karena dipanggil berulang kali tidak ada sahutan, Sasa, lantas memanjat pagar. Ketika pintu rumah diketuk, juga tidak ada jawaban dari korban.

Sasa, mencoba mengintip dari lubang ventilasi dinding gudang dapur. Saat itulah, ia melihat korban tewas tergantung. Spontan berteriak minta tolong hingga mengundang warga sekitar.

"Dugaannya, korban karena depresi. Selama ini, hidup sendirian tanpa suami. Kemungkinan, korban depresi lantaran banyak utang," terang Budi Santoso.(agp/lim)


BERITA TERKAIT