KPU Laporkan Penyebar Hoaks Server KPU di Luar Negeri untuk Menangkan Jokowi-Maruf Amin | Berita Terbaru Hari ini

Close

KPU Laporkan Penyebar Hoaks Server KPU di Luar Negeri untuk Menangkan Jokowi-Maruf Amin

  • 2019-04-05
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1017
KPU Laporkan Penyebar Hoaks Server KPU di Luar Negeri untuk Menangkan Jokowi-Maruf Amin Ketua KPU Arief Budiman resmi melaporkan penyebar hoaks server KPU di luar negeri untuk menangkan Jokowi-Maruf Amin.(dok cnn-indonesia)

JAKARTA -Komisi Pemilihan Umum (KPU) remi melaporkan akun penyebar berita bohong alias hoaks terkait server KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

"Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak benar," kata Komisioner KPU Arief Budiman di Bareskrim Polri, Kamis (4/4) malam.

Informasi hoaks itu beredar di media sosial dalam bentuk video dan menyatakan ada mantan staf Jokowi di Solo yang membongkar keberadaan server KPU di luar negeri. Dalam video disebutkan jika server yang bermarkas di Singapura telah di-setting untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara 57 persen.

Komisioner KPU Arief Budiman membantah semua informasi itu. KPU pun mengambil tindakan dengan melaporkan video hoaks itu ke polisi. 

Arief menjelaskan, semua server pemilu ada di dalam negeri.

"Tidak benar bahwa server KPU di luar negeri. Di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa sendiri," jelas Arief.

Lebih jauh dikatakan, proses perhitungan suara dilakukan dengan sistem rekapitulasi secara manual. Kemudian hasil rekapitulasi itu dibawa ke rapat pleno di tingkat kota, kabupaten, provinsi hingga nasional.

"Hasil scan form c1 selanjutnya diunggah ke website KPU, dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS. Jadi pada dasarnya hasil suara di TPA sudah diketahui lebih dulu oleh publik," ujar Arief.

Kemudian, kata dia, pada saat proses itu hadir pula saksi, Panitia Pengawas, pemantau, media massa dan masyarakat pemilih termasuk aparat keamanan. Karena itu, menurutnya, tidak akan ada kecurangan yang bisa dilakukan.

"Semua pihak juga diberikan kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam form c1 pleno," katanya.


BERITA TERKAIT

close