Ini Alasan Warga Menghayutkan Keranda Berisi Mayat di Kali Lamong | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ini Alasan Warga Menghayutkan Keranda Berisi Mayat di Kali Lamong

  • 2019-02-12 penulis : Abdul Halim
  • Editor :husnun
  • dibaca :3336
Ini Alasan Warga Menghayutkan Keranda Berisi Mayat  di Kali Lamong Karena makam tergenang air, warga Desa Cermen Kecamatan Kedamaian Gresik terpaksa memakamkan jenazah di makam desa sebelah. Namun aksesnya tidak ada, sehingga warga nekat menghanyutkan keranda dengan bantalan ban di sungai.(dok.detikcom)

GRESIK - Video sejumlah orang menghanyutkan keranda berisi jenazah melewati derasnya arus sungai viral di media sosial. Apa yang terjadi hingga keranda itu harus dihanyutkan di sungai?

Dari informasi yang dihimpun, kejadian di video itu terjadi di Kecamatan Kedamaian Kabupaten Gresik. Warga nekat menyeberangi Kali Lamong yang saat itu dalam kondisi arus yang deras. 

Mereka ingin memakamkan warganya yang meninggal di desa seberang, karena kondisi makam di kampungnya saat itu terendam banjir.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat sejumlah warga berjibaku dengan derasnya air sungai untuk menyeberangkan keranda jenazah. Keranda berisi jenazah itu ditaruh di atas ban, dan dihanyutkan di air agar bisa sampai di daratan desa sebelah.

Wakapolsek Kedamaian Gresik Ipda Anas Tohari saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayahnya. Saat itu menurut Anas, warga berusaha menyeberangkan jenazah dengan melintasi Kali Lamong. 

"Benar, kejadiannya siang tadi (kemarin, red) di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik," kata Anas, Selasa (12/2). 

Anas juga menjelaskan jika warga saat itu sedang melakukan proses pemakaman jenazah Sayu (80), warga Dusun Gorekan Lor RT 12 RW 6 Desa Cermen Kecamatan Gresik.

Kenapa mereka harus menghanyutkan keranda jenazah di sungai? Warga nekat karena jembatan satu-satunya penghubung antar desa jauh dan terbuat dari bambu.

"Informasi dari kepala desa setempat, infomasinya mau memakamkan warganya. Namun makam yang berada di dusunnya tergenang air, maka dipindahkan ke makam yang berada di seberang sungai," kata Anas. 

Anas juga menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Cermen, di kawasan tersebut pernah memiliki jembatan. Namun jembatan tersebut rusak tergerus air sungai. 

"Dulu ada jembatan tapi sudah rusak. Informasinya akan dibuatkan jembatan disitu," ujar Anas.

Sementara itu, Camat Kedamean Narto mengatakan pihaknya sudah mengusulkan pembangunan jembatan di kawasan Desa Cermen tersebut. "Memang sudah direncakan untuk pembangunan jembatan dan itu disampaikan pada Musrembangdes," ujar Narto.(dtc/lim)


BERITA TERKAIT